Polda Bengkulu akan menindak tegas dugaan terjadi Pungli terhadap pedagang di Area Luar Pasar Panorama Kota Bengkulu

Sinarfakta.com – Polda Bengkulu melalui Kombespol Sudarno, S.Sos, MH akan menindak tegas dugaan terjadi Pungli terhadap pedagang di Area Luar Pasar Panorama Kota Bengkulu tepatnya disepanjang bahu badan jalan.

“Nanti kita koordinasikan  dengan tim saber pungli yang ada di Kota Bengkulu agar bisa diatasi dan diberantas punglinya.” Tegas Sudarno kepada awak media Rabu (15/06/2022)

Dilansir sebelumnya, dugaan pungli di Pasar Panorama disampaikan beberapa pedagang yang berjualan diarea sepanjang badan jalan, dalam pernyataannya menyebutkan untuk berjualan harus membayar sejumlah uang pungutan perbulan dan permalam.

“Kami berjualan ini harus membayar perbulan, dalam sebulan dari seluruh pedagang membayar berbeda-beda berdasarkan kategori yang dijual. Dan tidak hanya pungutan perbulan, pengutan permalam juga harus kami bayar,” ujarnya.

Dari setiap pedagang yang dijumpai, menjelaskan bahwa uang pungutan perbulan yang dibayar berbeda-beda, ada yang membayar sekitar lebih kurang Rp 80 ribuan perbulan dan untuk membayar pungutan permalam pedagang harus membayar sebesar Rp. 10 ribu.Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Kota Bengkulu, Bujang HR mengatakan bahwa pedagang yang berjualan diluar area pasar panoran bukan lagi kewenangan Pemerintah (Disperindag).

“Pedagang yang berjualan diluar area pasar bukan lagi kewenangan Disperindag, kenapa demikian? karena ketika pemerintah ingin melakukan pengambilan retribusi pedagang (berjualan diluar pasar) tersebut kami dihadapkan dengan hukum karena di nilai Pungli,” ungkapnya saat dijumpai kantor Desperindag, Selasa (14/06/2022).

Dengan hal tersebut, ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya Satpol-PP Kota Bengkulu harus segera bertindak tegas untu menertipkan seluruh pedagang diluar area pasar, karena pungutan yang dilakukan oknum tersebut dapat merugikan PAD.“Kami meminta Satpol-PP segera bertindak tegas sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bengkulu, untuk menertibkan lapak yang berjualan diluar area pasar panorama, dan ia juga mengakui ada pengutan tapi tidak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya. [rlis]

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.