Di Duga Kosumsi Miras,3 Orang Meninggal Di karoke Ayu Ting Ting

Sinarfakta .com-Diduga karaoke ternama di Kota Bengkulu yakni Ayu Ting-ting yang terletak di Penurunan Kota Bengkulu menelan korban jiwa. Dua orang wanita pemandu lagu dan satu orang tamu pria meninggal dunia usai karaoke di Ayu Ting-ting. Korban meninggal diduga akibat mengonsumsi Minuman Keras (Miras) oplosan.

Dua pemandu lagu yang meninggal itu adalah AW dan SA. Sedangkan 1 tamu yang meninggal belum didapatkan identitasnya.

Sementara itu, informasi didapat juga bahwa ada satu lagi pemandu lagu yang saat ini kondisinya sekarat dan dalam perawatan di salah satu Rumah Sakit di Kota Bengkulu.

Dari penelusuran media ini, Inisial AW bersetatus janda beranak 1, sudah bekerja sebagai pendamping pemandu lagu yang biasa mangkal di Karaoke Ayu Ting-Ting  kurang lebih 1 tahun, dan saat ini korban AW sudah di makamkan oleh keluarganya.

Sedangkan korban inisial SA sudah di bawak ke kediamannya dan dimakamkan di Lintang Empat Lawang Sumatra Selatan.

Menurut pengakuan salah satu orangtua korban inisial AW menyebutkan, Kronologis kejadian tersebut berawal dari inisial AW berangkat ke karaoke Ayu Ting-Ting Jum,at malam Sabtu, 25 Juni 2022. Kemudian pada Sabtu pagi AW mengaku sakit di bagian dada sehingga menyebabkan sesak napas dan di larikan ke rumah sakit Tiara Sella.

Meninggalnya di IGD Rumah Sakit Tiara Sella. Yang dialami sesak nafas, matanya tidak bisa melihat. Reaksi minum itu pagi, malamnya belum, hanya pusing-pusing saja,” katanya.Senin (27/06/2022)

Ia melanjutkan, berdasarkan penuturan korban 5 orang pria dan 5 tamu laki-laki yang saat itu karaoke.  Satu tamu juga meninggal dunia. AW merupakan anak pertama dari dua bersaudara. AW kerja di Karaoke Ayu Ting-ting karena dipanggil bukan inisiatif sendiri.

“Memang dia kerja disana sudah sekitar satu tahun. Kita minta ini diusut oleh penegak hukum,” demikiannya.

Sementara itu, Ketua RT 03 Kelurahan Padang Jati meminta agar pihak manajemen karaoke Ayu Ting-ting bertanggungjawab dengan kejadian tersebut.

“Harapan kita apa bantuan untuk dia (korban) kan. Mana Ibunya janda, masih mengurusi anak kecil. Untuk masa depan anaknya AW ini apa, karena anaknya masih kecil umur 5 tahun. Sampai saat ini belum ada pihak manajemen yang datang kesini. Kita juga berharap penegak hukum mengusut ini,” jelasnya.

Terkait kejadian ini, pihak kepolisian Polres Bengkulu yakni Kasat Reskrim AKP Welliwanto Malau saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.