Seriusi Persoalan Sampah, Wawali Lakukan Studi Tiru ke Pemkot Yogyakarta

 

Sinarfakta.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu masih berupaya menangani masalah sampah di Kota Bengkulu. Kamis (28/7/2022) Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkot Yogyakarta.

Di sini, Dedy yang didampingi Sekda Arif Gunadi, Ketua GOW Kota Bengkulu Dian Fitriani, dan Kepala Bidang Pengolahan Sampah Dinas LH, para camat dan lurah bertemu dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto untuk sharing.

“Kunjungan ini bertujuan untuk studi tiru mengenai pengelolaan Bank Sampah yang ada di Kota Yogyakarta. Kita ingin pengelolaan bank sampah yang ada di Kota Yogyakarta bisa diterapkan di Bengkulu, seperti memperbanyak bank sampah,” ujar Dedy.

Dikatakan Dedy, pihaknya (pemkot Bengkulu) nantinya akan memperbanyak titik-titik bank sampah seperti yang dilakukan di Kota Yogyakarta. “Kami akan contoh, karena Kota Bengkulu ini bank sampahnya belum masif seperti Kota Yogyakarta,” kata Dedy.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sugeng Darmanto mengungkapkan, Kota Yogyakarta memiliki tiga Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Namun masih perlu pendauran ulang sampah agar dapat mengurangi sampah yang ada di Kota Yogyakarta.

Ia menambahkan, hingga saat ini ada sebanyak 360-370 ton sampah setiap harinya. Namun dikelola bank sampah hanya sekitar dua persen saja. Selain itu, sisanya di kelola oleh pemulung di TPS hanya sekitar 19 persen. Sehingga total yang berada di TPS Piyungan sebanyak 270 ton.

“Melihat kondisi masih banyak dirasa cukup besar sampah yang ada di Kota Yogyakarta, maka kita berharap upaya pengurangan bisa dilakukan sejak di hulu atau rumah tangga. Sehingga kami mengajak untuk upayakan pemilahan sampah yakni pada sampah organik lebih ditingkatkan, sehingga residu itu bisa dikelola dan tidak dibuang,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengatakan, banyaknya sampah ini hampir di setiap RW diharapkan nantinya akan terus berkembang dan bertambah anggotanya.

“Cukup banyak bank sampah hampir setiap RW. Perlu diupayakan jumlah anggotanya terus bertambah ke depan. Sehingga menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah secara mandiri,” ujar Aman.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.